Visiting Lecture, Kaprodi S2 Studi Islam Gagas Blockchain, AI, dan IoT untuk Industri Halal
BALI - Pascasarjana Universitas Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan kiprah akademiknya di tingkat nasional melalui kegiatan Visiting Lecturer yang diselenggarakan di Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama (ISTNUBA) Denpasar Bali pada tanggal 11–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan berbasis teknologi dan ekonomi syariah.
Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Magister Studi Islam UIN KHAS Jember, Dr. Siti Masrohatin, S.E., M.M., hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Optimalisasi Sistem Informasi Digital Berbasis Halal: Inovasi, Tantangan, dan Dampak terhadap SDGs”. Tema ini menyoroti pentingnya transformasi digital dalam mendukung penguatan ekosistem industri halal di era globalisasi.
Pada pemaparannya, Dr. Siti Masrohatin menjelaskan bahwa digitalisasi sistem informasi memiliki peran strategis sebagai tulang punggung dalam memastikan transparansi, ketertelusuran (traceability), serta integritas produk halal dari hulu hingga hilir (farm-to-fork). Menurutnya, optimalisasi sistem informasi digital mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok halal melalui pemanfaatan teknologi modern yang terintegrasi.
Ia memaparkan bahwa penerapan teknologi seperti Big Data dan Internet of Things (IoT) dapat membantu memantau bahan baku secara real-time sehingga meminimalisasi risiko kontaminasi unsur non-halal. Selain itu, aksesibilitas sertifikasi halal digital juga dinilai mampu mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal.
Lebih lanjut, Dr. Siti Masrohatin menjelaskan beberapa inovasi teknologi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem informasi halal. Teknologi Blockchain Halal, misalnya, memungkinkan pencatatan data sertifikasi secara aman, transparan, dan tidak dapat diubah (immutable). Sistem ini mencatat setiap tahapan produksi secara permanen sehingga mampu menjamin kehalalan produk selama proses distribusi dan logistik.
Sementara itu, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk melakukan otomatisasi skrining bahan, mendeteksi kandungan non-halal, menganalisis perilaku konsumen Muslim, hingga memprediksi tren pasar halal global. Adapun teknologi IoT diterapkan melalui sensor pintar pada gudang penyimpanan dan transportasi guna memantau suhu serta mencegah terjadinya percampuran barang (cross-contamination) secara langsung dan berkelanjutan.
"Digitalisasi merupakan kunci akselerasi ekonomi syariah menuju kemandirian industri halal global. Optimalisasi sistem informasi digital berbasis halal tidak lagi sekadar menjadi tren, tetapi telah menjadi kebutuhan strategis dalam memperkuat kredibilitas ekosistem syariah yang kompetitif dan berkelanjutan," ujarnya.
Melalui integrasi teknologi yang tepat, ekonomi syariah diharapkan tidak hanya unggul dalam nilai moral dan spiritual, tetapi juga mampu bersaing secara global dari sisi efisiensi, inovasi, serta kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan visiting lecturer ini sekaligus mempertegas komitmen Prodi Magister Studi Islam UIN KHAS Jember dalam mendorong pengembangan kajian Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global masa kini.
Penulis: Laili Salimah



