pasca@uinkhas.ac.id 0821-3993-3356

UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa Pascasarjana Pecahkan Masalah Umat Lewat Studi Kasus

Home >Berita >UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa Pascasarjana Pecahkan Masalah Umat Lewat Studi Kasus
Diposting : Sabtu, 18 Oct 2025, 19:42:24 | Dilihat : 49 kali
UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa Pascasarjana Pecahkan Masalah Umat Lewat Studi Kasus


JEMBER – Suasana akademik di Program Studi Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung dinamis pada Sabtu, 27 September 2025. Dalam sesi lanjutan Pengembangan Suasana Akademik, mahasiswa baru angkatan 2025 diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung.

Sesi siang yang dipandu oleh Dr. H. Safrudin Edi Wibowo, Lc., M.Ag., ini mengangkat tema “Evaluasi Sumber Otoritatif dalam Islam” dari sudut pandang evaluasi dan penerapan. Acara ini menjadi ajang uji pemahaman mahasiswa setelah sesi-sesi sebelumnya yang membahas dasar-dasar sumber hukum Islam.

Berbeda dari format ceramah biasa, Dr. Safrudin mengawali sesi dengan melontarkan serangkaian pertanyaan pemantik. Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', dan Qiyas serta Produk Pemikiran Ulama yang telah dibahas.

Metode interaktif ini terbukti efektif memantik gairah intelektual para peserta. Mahasiswa tidak lagi menjadi pendengar pasif, melainkan didorong untuk berpikir kritis dan menganalisis secara mendalam.

Atmosfer diskusi menjadi semakin seru ketika sesi beralih ke studi kasus. Dr. Safrudin menyajikan beberapa contoh permasalahan aktual yang dihadapi umat Islam saat ini, menantang para mahasiswa untuk mencoba memecahkannya.

Para mahasiswa ditugaskan untuk menggunakan kerangka sumber-sumber otoritatif dan metode ijtihad yang telah mereka pelajari untuk merumuskan solusi. Sesi ini menjadi simulasi nyata bagaimana seorang intelektual Muslim merespons tantangan zaman.

Respons dari mahasiswa sangat positif. Mereka aktif berdebat, bertukar argumen, dan memberikan feedback konstruktif, mencoba mengaitkan teori-teori ushul fiqh dengan konteks permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini secara efektif menjembatani antara pengetahuan teoretis dengan keterampilan praktis. Mahasiswa tidak hanya tahu "apa" itu sumber hukum, tetapi juga terlatih "bagaimana" menggunakannya.

Dr. Safrudin menekankan bahwa kemampuan problem-solving seperti ini adalah kompetensi inti yang harus dimiliki oleh seorang calon magister studi Islam. Menurutnya, ilmu harus mampu memberikan jawaban dan solusi bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, sesi evaluasi ini berhasil mengubah suasana akademik menjadi lebih hidup dan relevan. Mahasiswa angkatan 2025 dibekali fondasi yang kuat untuk menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga responsif terhadap problematika umat.

 

Penulis : Rina Najiha

Editor : Kunzita Lazuardi

Berita Terbaru

S2 Studi Islam Siap Naik Kelas! Asesmen Lapangan Berlangsung Konstruktif
21 Feb 2026By oprpasca
Mahasiswa Magister Studi Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember Mendapat Ijazah Sanad Kitab Riyadhus Sholihin di Sidoarjo
16 Feb 2026By oprpasca
Keren! Kurikulum Baru Prodi Magister Studi Islam Kini Lebih Adaptif dan Futuristik
02 Nov 2025By oprpasca

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;