Tekankan Substansi Moderasi Beragama, Dr. Eko Siswanto: Moderasi Beragama Bukan Kompromi!
Jember — Moderasi beragama bukanlah bentuk kompromi terhadap ajaran Islam, melainkan usaha memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam yang adil, seimbang, dan jauh dari ekstremisme. Demikian dijelaskan oleh Dr. Eko Siswanto, M.H.I., Ketua Program Studi Magister SI UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, dalam kegiatan Peningkatan Mutu Prodi Magister Studi Islam (SI) Pascasarjana UIN KHAS Jember pada Selasa, 21 Oktober 2025.
“Agama tidak perlu dimoderasi, karena Islam pada dasarnya sudah moderat. Yang perlu kita luruskan adalah cara berpikir dan berperilaku agar tetap berimbang,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di BEC UIN KHAS Jember dalam rangka memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan kualitas keilmuan program studi. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat tema “Membumikan Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural.”
Lebih lanjut, Dr. Eko Siswanto juga menggarisbawahi empat prinsip utama dalam Islam moderat, yaitu tawasuth (pertengahan), tawazun (keseimbangan), ta’adul (keadilan), dan tasamuh (toleransi). Prinsip ini relevan untuk diterapkan dalam pendidikan tinggi Islam, baik dalam kurikulum maupun dalam praktik kelembagaan.
Ketua Program Studi Magister Studi Islam, Dr. Masrohatin, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan mutu ini menjadi forum reflektif terutama bagi dosen dan pengelola prodi untuk memperkuat arah akademik sesuai dengan visi moderasi beragama UIN KHAS Jember.
“Mutu prodi tidak hanya diukur dari kurikulum atau publikasi, tetapi juga dari seberapa jauh nilai moderasi dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin diinternalisasi dalam proses akademik,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari strategi Pascasarjana dalam membangun sistem akademik yang berkarakter, berorientasi mutu, dan berwawasan kebangsaan.
“Peningkatan mutu prodi harus menyentuh tiga ranah: akademik, nilai, dan visi kebangsaan. UIN KHAS Jember berkomitmen menjadi poros kampus Islam moderat yang mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi,” tutur Prof. Mashudi.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi mendalam mengenai implementasi moderasi beragama dalam konteks kelembagaan, kurikulum, dan budaya akademik. Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan mutu pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
Penulis: Laili Salimah
Editor: Wildan Khisbullah Suhma




