pasca@uinkhas.ac.id 0821-3993-3356

Evaluasi Studi Islam: UIN KHAS Jember Ajak Pascasarjana 2025 Peran sebagai 'Dokter Umum' Keilmuan

Home >Berita >Evaluasi Studi Islam: UIN KHAS Jember Ajak Pascasarjana 2025 Peran sebagai 'Dokter Umum' Keilmuan
Diposting : Sabtu, 18 Oct 2025, 19:48:10 | Dilihat : 41 kali
Evaluasi Studi Islam: UIN KHAS Jember Ajak Pascasarjana 2025 Peran sebagai 'Dokter Umum' Keilmuan


JEMBER – Program Studi Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali melanjutkan Kegiatan Pengembangan Suasana Akademik bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Pada sesi pagi, Jumat, 10 Oktober 2025, Dr. Aslam Saad, M.Ag., tampil sebagai pemateri dengan tema “Evaluasi Sejarah Perkembangan Studi Islam dari Klasik ke Modern”.

Acara ini dirancang untuk memberikan landasan kritis kepada para mahasiswa magister baru, mendorong mereka untuk tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mengevaluasi peran dan posisi studi Islam dalam konstelasi keilmuan modern saat ini.

Dalam paparannya, Dr. Aslam mengangkat topik utama “Islamic Studies: Exploring Islamic Diversity, Presenting Holistic Islam”. Ia menekankan bahwa studi Islam adalah sebuah ranah keilmuan yang bersifat universal dan tidak bisa diutarakan secara eksplisit atau terbatas pada satu definisi tunggal.

Untuk memudahkan pemahaman, Dr. Aslam mengibaratkan studi Islam seperti seorang dokter umum. Menurutnya, ranah ini mencakup pemahaman dasar dan menyeluruh tentang keislaman, yang menjadi fondasi sebelum seseorang mendalami bidang-bidang yang lebih spesifik.

“Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir atau Ilmu Hadis itu ibarat dokter spesialis,” jelas Dr. Aslam. “Namun, sebelum menjadi spesialis, seseorang selayaknya memahami terlebih dahulu kerangka yang bersifat universal atau umum,” lanjutnya, menegaskan pentingnya penguasaan dasar-dasar studi Islam secara komprehensif.

Logika ini, menurutnya, penting agar para calon magister tidak terjebak dalam spesialisasi yang sempit tanpa memiliki wawasan keislaman yang holistik. Penguasaan kerangka universal akan membuat spesialisasi mereka lebih kaya dan kontekstual.

Sesi menjadi lebih menarik ketika mahasiswa diajak masuk ke dalam simulasi dan evaluasi diri. Dr. Aslam melontarkan pertanyaan reflektif kepada para peserta, “What role are you playing? As a specialist in Quranic sciences or just an expert in methodologies and approaches to it?” (Peran apa yang Anda mainkan? Sebagai spesialis dalam ilmu Al-Qur'an atau hanya seorang ahli dalam metodologi dan pendekatannya?).

Pertanyaan provokatif tersebut sukses memantik diskusi yang hidup. Para mahasiswa baru memberikan respons yang sangat positif, terlihat dari antusiasme mereka saat sesi tanya jawab yang mengaitkan konsep tersebut dengan realitas dan tantangan yang mereka temui sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk para mahasiswa menjadi sarjana yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki kesadaran metodologis yang kuat. Mereka didorong untuk memahami posisi mereka dalam peta besar keilmuan Islam.

Secara keseluruhan, sesi pagi tersebut berhasil memberikan bekal awal yang fundamental bagi angkatan 2025. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga diajak untuk secara aktif mengevaluasi dan memosisikan diri dalam tradisi intelektual Islam yang luas dan beragam.

 

Penulis : Rina Najiha

Editor : Kunzita Lazuardi

Berita Terbaru

S2 Studi Islam Siap Naik Kelas! Asesmen Lapangan Berlangsung Konstruktif
21 Feb 2026By oprpasca
Mahasiswa Magister Studi Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember Mendapat Ijazah Sanad Kitab Riyadhus Sholihin di Sidoarjo
16 Feb 2026By oprpasca
Keren! Kurikulum Baru Prodi Magister Studi Islam Kini Lebih Adaptif dan Futuristik
02 Nov 2025By oprpasca

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;