Dari Monodisiplin ke Transdisipliner: UIN KHAS Jember Bekali Pascasarjana 2025 dengan Metodologi Studi Islam
JEMBER – Mahasiswa baru angkatan 2025 Program Studi Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mendapatkan wawasan fundamental dalam Kegiatan Pengembangan Suasana Akademik yang digelar pada Sabtu, 20 September 2025. Sesi pagi ini menghadirkan Dr. H. Matkur, S.Pd.I, M.Si. sebagai pemateri utama.
Dengan tema besar “Pengantar Studi Islam: Fondasi Keilmuan, Metodologi, dan Tantangan Kontemporer”, acara ini bertujuan membekali mahasiswa dengan peta perkembangan pendekatan dalam studi Islam, mulai dari tradisi klasik hingga tuntutan zaman modern.
Dr. Matkur memfokuskan paparannya pada sub-tema “Perkembangan Pendekatan Studi Islam: Dari Tradisi Monodisiplin hingga Transdisipliner”. Ia menjelaskan bahwa studi Islam telah mengalami evolusi metodologis yang signifikan seiring berjalannya waktu.
Pada awalnya, jelas Dr. Matkur, studi Islam didominasi oleh pendekatan monodisiplin, di mana sebuah fenomena hanya dikaji dari satu sudut pandang keilmuan saja. Pendekatan ini bersifat sangat spesifik dan terfokus pada satu bidang.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, muncul pendekatan interdisipliner yang menggabungkan dua atau lebih bidang ilmu yang saling melengkapi. "Kemudian berkembang lagi menjadi pendekatan integratif yang menyatukan banyak disiplin ilmu," papar Dr. Matkur.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan pendekatan interkonektif yang tidak hanya menggabungkan, tetapi juga menghubungkan berbagai disiplin ilmu secara dialogis dan saling berjejaring, menciptakan pemahaman yang lebih kaya dan komprehensif.
Puncak dari evolusi metodologi ini, menurut Dr. Matkur, adalah pendekatan transdisipliner. "Pendekatan ini melampaui batas-batas ilmu untuk menciptakan sintesis baru yang benar-benar kontekstual dengan realitas sosial dan budaya kontemporer," tegasnya.
Penjelasan yang runut dan mencerahkan ini disambut dengan respons yang sangat positif dari para mahasiswa. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi tanya jawab dibuka.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa aktif memberikan umpan balik dan mengajukan pertanyaan yang mengaitkan konsep-konsep metodologis tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari dan latar belakang studi mereka sebelumnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan fondasi metodologis yang kuat bagi mahasiswa pascasarjana, membekali mereka dengan alat analisis yang relevan untuk menjawab tantangan-tantangan keislaman di era kontemporer.
Penulis : Rina Najiha
Editor : Kunzita Lazuardi




